Cucu Bung Hatta Tak Terima Sang Kakek Disamakan Dengan Sandiaga Uno



Ada dua pasangan calon presiden dan wakil presiden di pilpres 2019

Beberapa bulan terakhir memang politik di Indonesia bisa dikatakan cukup panas. Pasalnya sudah ditetapkan dua pasang calon presiden dan wakil presiden untuk pemilihan umum yang akan diadakan 2019 mendatang. 


Dua pasangan itu adalah Joko Widodo - Ma'ruf Amin untuk pasangan nomor urut 01 dan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno untuk pasangan nomor urut 02. Masing-masing calon pun sudah melakukan sosialisasi dengan menemui masyarakat secara langsung. 

Mereka pun pergi ke daerah-daerah yang ada di Indonesia untuk bertemu secara langsung dengan masyarakat yang ada di sana. Cawapres dari kedua pasangan tersebut lah yang terlihat sangat aktif untuk mengunjungi warga.

Sandiaga Uno jadi sorotan


Dari kedua pasangan calon, Sandiaga Uno bisa dibilang yang sering menjadi sorotan. Pasalnya setiap kali Sandi bertemu dengan warga dirinya selalu melakukan hal-hal yang terbilang cukup unik dan mengundang tawa.

Dan baru-baru ini, sosok Sandi juga kembali menuai perhatian. Beberapa waktu yang lalu Sandi bahkan sempat dikatakan memiliki kesamaan dengan sosok Proklamator Indonesia yakni Moh. Hatta atau yang biasa dipanggil Bung Hatta.

Beredar video di Twitter

Orang yang menyebut bahwa Sandi sama dengan Bung Hatta adalah Koordinator Juru Bicara Tim Pemenangan Prabowo-Sandiaga, yakni Dahnil Anzar. Dahnil mengatakan bahwa Sandi merupakan sosok baru Bung Hatta. Hal itu bermula ketika ada sebuah video yang diunggah oleh akun Twitter milik Faldo Maldini @FaldoMaldini. 

Dalam video tersebut ada Dahnil bersama keempat rekannya yakni Faldo, dr Irene, dr Gamal Albinsaid dan Pipin Sopian. Dahnil pun kemudian memperkenalkan satu per satu diantara mereka. Ia juga menanyakan alasan mereka mengapa pasangan Prabowo-Sandi pantas dipilih menjadi presiden dan wakil presiden. 

Pertama, Faldo yang mengatakan bahwa Prabowo-Sandi diyakininya bisa membawa Indonesia dari jongkok hingga berdiri. Kemudian dr Irene yang menyukai kata-kata emak-emak dan kebijakannya yang mendukung program emak-emak yang dicanangkan oleh pasangan tersebut. Selanjutnya Pipin yang mengatakan bahwa Sandi merupakan sosok yang rajin menjalankan puasa Senin-Kamis.

Sedangkan Gamal sendiri mengatakan kalau Prabowo dan Sandi merupakan dynamic duo yang bisa menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh Indonesia hari ini dan yang akan datang.

Dahnil Anzar samakan Sandi dengan Bung Hatta
Dan dalam video tersebut, Dahnil kemudian mengatakan bahwa Prabowo-Sandi ini seperti bagian baru dari model Bung Karno dan Bung Hatta. Dahnil mengatakan bahwa Prabowo adalah kombinasi dari Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Sedangkan Sandi merupakan bagian baru dari sosok Bung Hatta.

"Pak Prabowo itu seperti kombinasi Bung Karno dan Jenderal Sudirman. Sedangkan Bang Sandi, itu adalah bagian baru dari Bung Hatta," ucapnya.

Diprotes oleh cucu Bung Hatta

Mengetahui hal tersebut, cucu Bung Hatta, Gustika Jusuf Hatta pun kemudian memberikan tanggapan yang cukup menohok. Gustika mengaku geram melihat apa yang diucapkan oleh Dahnil tersebut. Gustika sendiri ternyata merupakan anak dari Halida Hatta itu. Dan Halida Hatta adalah anak ketiga dari Bung Hatta. 

Kekesalannya itu, kemudian diluapkan Gustika melalu akun Twitternya @Gustika. Gustika mengatakan jika tak mengenal Bung Hatta jangan pernah menyamakan seseorang dengan beliau.

Kecewa nama Bung Karno dan Bung Hatta selalu digunakan untuk kepentingan politik

Gustika pun sangat menyayangkan bahwa nama sang kakek selalu dikait-kaitkan oleh beberapa orang demi kepentingan politik. Terlebih menurutnya setiap kali pemilihan presiden nama Bung Karno dan Bung Hatta selalu digunakan oleh beberapa orang demi menaikkan elektabilitas.

"tidak kenal dengan Bung Hatta tidak usah mengibaratkan sebagai Bung Hatta. tidak elok menggunakan nama beliau (dan Eyang Karno) demi kepentingan politik. I'm so done, setiap pilpres nama beliau digadai-gadai. it's getting old," cuit Gustika.

Gustika tegaskan Bung Hatta bukan sosok yang asbun

Gustika juga menulis bahwa sang kakek bukanlah tipe orang yang jika sesuatu yang keluar dari mulutnya itu hanya bualan atau asal bunyi (asbun) saja. Ia pun menegaskan bahwa Bung Hatta tak sama dengan Sandi.

"also, my grandfather is the type of person who "updates" his knowledge daily. from philosophy to subscribing to FP and The Economist (majalahnya pada masih ada di perpustakaan di rumah), so none of the things that come out of his mouth is asbun- unlike Sandi," tulisnya lagi. 

("juga, kakek saya adalah tipe orang yang "memperbarui" pengetahuannya setiap hari. dari filosofi untuk berlangganan FP dan The Economist (majalahnya pada masih ada di perpustakaan di rumah), jadi tidak ada hal-hal yang keluar dari mulutnya yang asbun- tidak seperti Sandi".

Gustika sebut Sandi perlu 'dididik' oleh Susi Pudjiastuti

Bukan hanya itu, Gustika pun kemudian mengatakan bahwa Sandi tak mau terlebih dahulu mencari informasi sebelum mengatakan sesuatu. Ia pun bahkan mengatakan kalau Sandi seharusnya 'dididik' oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti yang hanya seorang lulusan pendidikan SMP. 

"Sandi, who doesn't even bother to look into fishing/boating regulations nor survey prices in pasar tradisional that he has to be "schooled" by Susi Pudjiastuti, a minister who only graduated high school ... and netizens. like...," tulisnya lagi.

("Sandi, yang tidak mau repot-repot mencari peraturan memancing / berperahu atau harga survei di pasar tradisional bahwa dia harus "dididik" oleh Susi Pudjiastuti, seorang menteri yang hanya lulusan sekolah menengah ... dan netizens. seperti...")

Gustika mengatakan seperti mau muntah


Lebih lanjut Gustika pun menulis cuitan di Twitternya soal kesabarannya mendengar sang kakek disamakan dengan Sandi. Dengan tegas Gustika mengatakan bahwa dirinya serasa mau muntah. Ia pun menegaskan bahwa Bung Hatta adalah Bung Hatta dan tak ada sosok yang bisa menyamai beliau. 

"untuk orang yg kesabarannya minus kyk gue gini denger kakek gue disamain sama sandiaga uno rasanya mau muntah. every. single. time. waktu pilpres. why. cant. you find. your own fuc***ng voice. hatta is hatta, you is you. i am a hatta, but i ain't bung hatta. ******." tulisnya.



Sumber : Planet.merdeka.com

LihatTutupKomentar